cara mengatasi penyakit hati

Bagaimana Cara Mengatasi Penyakit Hati Seperti Iri Ataupun Kufur Nikmat?

Bagaimana Cara Mengatasi Penyakit Hati Seperti Iri Ataupun Kufur Nikmat?

Pertanyaan :

Saya sering iri ketika melihat orang yang diberi kelebihan oleh Allah subhanallahu wa ta’ala. Saya tahu sifat saya ini jelek. Tolong nasihat saya agar tidak kufur nikmat dan berburuk sangka kepada Allah.

 

Jawaban :

Agar kita terhindar dari pengyakit hati, iri, kufur nikmat, maka kiat kiat untuk terhindar darinya sebagai berikut :

  1. Lihatlah orang dibawahmu dalam masalah DUNIA

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Lihatlah selalu orang yang dibawah kita. Misal, kita diberi rezeki oleh Allah bisa membeli motor tahun 2012, misal. Jangan lihat orang yang motornya lebih muda dan bagus. Selalu lihat orang yang dibawah kita, orang yang lebih susah. Kalau kita selalu melihat orang yang diatas kita, orang ganteng, orang cantik, orang kaya, kita tidak akan pernah bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita. Coba antum lihat sekitar antum, tiap harinya banyak orang yang memungut gelas-gelas air mineral, kaleng kosong, hanya untuk mendapatkan makanan. Ada orang yang tiap harinya berjalan berpuluh-puluh kilometer untuk mencari rezeki, tapi antum sudah bisa diberikan sepeda, motor, mobil, antum seharusnya bersyukur.

 

“Jika salah seorang di antara kalian melihat orang yang memiliki kelebihan harta dan bentuk (rupa) [al kholq], maka lihatlah kepada orang yang berada di bawahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Hajar mengatakan, “Yang dimaksud dengan al khalq adalah bentuk tubuh. Juga termasuk di dalamnya adalah anak-anak, pengikut dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kenikmatan duniawi.” (Fathul Bari, 11/32)

  1. Lihatlah orang diatasmu dalam masalah AKHIRAT

Berbanding terbalik dengan masalah dunia yang seharusnya kita melihat kebawah. Untuk urusan akhirat, seharusnya kita selalu melihat keatas. Dan iri atas amalan seseorang yang lebih banyak dari kita. Apabila dalam urusan akhirat kita melihat kebawah, maka kita akan merasa puas dan cukup dalam amalan kita. Dan itu tidak boleh. Allah subahanallahu wa ta’ala berfirman,

“Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.” (QS. Al Ma’idah: 48)

Allah memerintahkan kita berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan yang akan berdampak pada kehidupan kelak di kehidupan selanjutnya. Allah tidak menyuruh berlomba-lomba dalam mencari harta, karena harta yang antum cari hanya di gunakan di Duni yang sementara ini. Allah Maha Tahu. Allah tahu mana yang lebih baik untukmu dan mana yang tidak baik untukmu. Maka laksanakanlah perintah Allah.

Para salafush sholeh, mereka selalu berlomba-lomba dalam kebaikan sebagaimana dapat dilihat dari perkataan mereka berikut ini yang disebutkan oleh Ibnu Rojab rahimahullah.

Al Hasan Al Bashri mengatakan,

“Apabila engkau melihat seseorang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka unggulilah dia dalam masalah akhirat.”

 

Wahid bin Al Warid mengatakan,

“Jika kamu mampu untuk mengungguli seseorang dalam perlombaan menggapai ridho Allah, lakukanlah.”

 

Sebagian salaf mengatakan,

“Seandainya seseorang mendengar ada orang lain yang lebih taat pada Allah dari dirinya, sudah selayaknya dia sedih karena dia telah diungguli dalam perkara ketaatan.” (Latho-if Ma’arif, hal. 268)

 

Namun, berbeda dengan kenyataan yang ada di masyarakat sekarang. Ketika ada shaf depan yang kosong, kita seraya mengatakan, “Silahkan pak, bapak saja yang didepan.” Lho, bagaimana bisa kita menyerahkan pahala begitu saja. Padahal kita di perintahkan untuk berlomba. Meskipun kita niatnya rendah hati, tapi tetap tidak diperbolehkan. SOLUSINYA adalah kita menempati tempat tersebut dahulu, lalu jika masih kosong, mempersilahkan orang lain menempatinya. Karena shaf pertama memiliki banyak keutamaan. Seandainya seseorang mengetahui keutamaannya, tentu seseorang itu akan saling berundi dengan saudaranya untuk memperebutkan shaf pertama dalam shalat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 “Sebaik-baik shaf bagi laki-laki adalah shaf pertama, sedangkan yang paling jelek bagi laki-laki adalah shaf terakhir. Sebaik-baik shaf bagi wanita adalah shaf terakhir, sedangkan yang paling jelek bagi wanita adalah shaf pertama.” (HR. Muslim)

 

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

 “Seandainya setiap orang tahu keutamaan adzan dan shaf pertama, kemudian mereka ingin memperebutkannya, tentu mereka akan memperebutkannya dengan berundi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

  1. Mengingat bahwa nikmat Allah yang kita dapat sangaaat banyak

Apakah kita semua bisa menghitung nikmat yang Allah berikan kepada kita? Jawabannya tentulah TIDAK! Sudah berapa banyak oksigen yang kita hirup? Berapa kali mata kita melihat sesuatu atau hanya sekedar berkedip? Apakah kita fikir semua yang kita lakukan atas kehendak kita sendiri? Itu kehendak Allah. Allah yang meridhoi kita  bergerak. Allah yang merindhoi kita bernafas. Semua yang terjadi di dunia ini tidak akan terjadi tanpa kehendak Allah subahanallahu wa ta’al. Allah berfirman,

 

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” (QS. Al-An’am [6] : 59)

Di ayat tersebut disebutkan bahwa tak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya. Hal ini menandakan bahwa semua kehendak manusia, kehendak bumi, kehendak tumbuhan, kehendak hewan, kehendak udara, tidak akan pernah terjadi tanpa adanya kehendak Allah ta’ala.

 

Referensi Video

 

Artikel : MenurutIslam.com

Referensi :

https://rumaysho.com/296-lihatlah-orang-di-bawahmu-dalam-masalah-harta-dan-dunia.html

https://muslim.or.id/2156-memahami-takdir-dengan-benar.html

https://muslimah.or.id/4607-mengingat-nikmat-dengan-syukur.html

http://tafsirq.com/6-Al-An’am/ayat-59

https://muslim.or.id/22682-dunia-bagai-bunga-yang-dipetik-kemudian-layu.html

 

 

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *