cara mengendalikan amarah

Cara Mengendalikan Amarah

Cara Mengendalikan Amarah

Meredakan-amarah

“Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal.” (QS. Asy-Syura[42]:36)

Bahasan kita hari ini terdapat dalam surat Asy-Syura Surat ke 42 dan ayat ke 36. Hal pertama yang disebutkan disini adalah Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia. Itulah bagaimana ayat tersebut berbunyi. Jadi maksudnya apapun yang diberikan Allah kepadamu, itu hanyalah keperluan hidup didunia. Dengan kata lain hal-hal ini tidaklah begitu penting dengan kehidupan selanjutnya. Kita sering bergantung kepada hal ini (hal-hal dunia), kita terkadang kehilangan sesuatu lalu berfikir itu merupakan akhir dunia. Itu bukanlah akhir dunia. Terkadang sebagian dari kita, diputus pacarnya dan ingin bunuh diri. Apa kau gila? Itu bukanlah akhir dunia. Apapun yang diberikan kepadamu itu hanyalah keperluan dunia belaka (mata’). Mata’ dalam bahasa Arab berarti sesuatu yang digunakan tapi tidak perlu dinikmati. Contohnya orang Arab zaman dulu biasa menggunakan kata Mata’ untuk suatu sikat yang digunakan untuk cuci piring, sesuatu yang digunakan tapi tidak untuk dinikmati. Kita tidak mungkin kan menikmati sikat tersebut dengan berkata, “wah enak sekali sikat ini, lembuut”. Tidak mungkin kita berkata seperti itu, karena ini bukanlah sesuatu yang dinikmati. Sapu, garpu sendok itu juga merupakan mata’ dalam bahasa Arab.

Baca Juga Kisah Inspiratif : Kisah Sebuah Terong

Allah berkata, apapun yang ada di dunia ini adalah Mata’, apapun yang diberikan kepadamu itu adalah Mata’. Dengan kata lain, yang ada di dunia ini adalah untuk digunakan agar mencapai tujuan yang lebih tinggi, bukan untuk dinikmati. Hal yang harus dan untuk dinikmati adalah di kehidupan selanjutnya, bukan disini (dunia).

Lalu hal selanjutnya dalam ayat adalah dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman. Apa yang disinggung oleh Allah adalah bahwa di dunia ini, apapun yang kamu miliki, Allah memiliki yang lebih baik untukmu dikehidupan selanjutnya. Kamu punya rumah, Allah punya rumah yang lebih baik, kamu punya pakaian Allah punya pakaian yang lebih baik, kamu punya kendaraan Allah punya kendaraan yang lebih baik. Kamu punya kesehatan, kekuatan, ataupun kemampuan, Allah akan beri yang lebih baik dari itu semua. Apapun yang Allah punya yang disediakan untukmu disana sungguh jauh lebih baik daripada apa yang kamu punya sekarang di dunia. Jangan terperangkap dalam hal dunia. Ingat, apapun yang kamu punya sekarang, Allah punya yang lebih baik di kehidupan selanjutnya.

Allah menambahkan kata sifat lain disini, yaitu lebih kekal. Dengan kata lain, apa yang kamu miliki sekarang di dunia itu sifatnya hanyalah sementara. Rumahmu semakin memburuk, kesehatanmu semakin berkurang, kekuatanmu semakin melemah. Apapun yang kamu punya atau nimati di kehidupan dunia ini tak akan berlangsung selamanya. Maka Allah katakana, mengapa kamu tak kejar sesuatu yang lebih baik dan lebih kekal?

Baca Juga Rezeki Itu Tergantung Dari Taqwa Atau Kerja Keras?

Bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal. Orang beriman disini maksudnya adalah beriman bahwa yang ada didunia ini tak lebih baik dari yang ada di kehidupan selanjutnya. Hal-hal diatas untuk orang yang seperti itu. Butuh sangan banyak keyakinan pada Allah. Bahwa apa yang Allah tawarkan di kehidupan selanjutnya adalah sesuatu yang belum pernah kamu lihat atau sentuh. Hanya mendengarnya saja, itu sudah cukup membuatmu percaya akan perkataan-Nya. Itu butuh kepercayaan yang besar. Itu yang kamu butuhkan. Maka Dia berkata, untuk orang seperti itu, apa yang ada di kehidupan selanjutnya itu lebih baik dan kekal, tapi butuh keyakinan dan kepercayaan kepada Allah.

 

Kemudian Dia berkata,

Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.(QS, Asy-Syura[42]:37)

Mereka, orang-orang yang tadi itu, orang yang lebih memilih kehidupan nanti daripada kehidupan dunia dan paham bahwa ini hanyalah alat bantu untuk digunakan. Merka terus menerus menjauhi dosa-dosa besar. Dan Allah melanjutkan dengan berkata dan perbuatan-perbuatan keji.

 

Kamu mungkin bertanya, judulnya tentang Amarah, kenapa kontennya membahas hal ini? Dan kita belum membahas apapun tentang amarah. Kenapa? Tenang saja, karena semua ini ada hubungannya menurut Allah ta’ala. Allah berkata, apapun yang telah di berikan kepadamu, hanyalah untuk keperluan dunia bagimu, percaya bahwa kehidupan selanjutnya Allah akan memberikan yang lebih baik dan kekal, dan itu butuh kepercayaan. Lalu pada ayat selanjutnya Allah berkata, mereka menjauhi dosa-dosa besar, mereka menjauhi segala perbuatan keji, kemudia Dia berkata,

 

dan apabila mereka marah…

Saya belum menyelesaikan kalimat saya, tapi sekarang Allah membahas tentang amarah, kamu tau kenapa?

Petama, yang ada didunia sekarang tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kehidupan nanti, karena bila yang ada di dunia ini kamu buat penting untuk dirimu, maka bila ada yang salah ataupun hilang  darimu di dunia ini, maka kamu akan marah. Tapi jika di dunia ini kamu anggap tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kehidupan nanti, kamu untung atau rugi, atau bila ada yang salah, maka ini bukan masalah besar untukmu. Kamu mudah saja mengatakan Innalillahi wa innailaihi roji’un(Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada-Nya lah kami kembali), maka mudah bagimu untuk tenang.

Baca Juga Bolehkah berpuasa Syawal tanpa niat di malam hari?

Masalah kedua disini adalah Allah menyebutkan tentang menjauhi dosa besar, dan Allah subhanallahu wa ta’ala secara khusus soroti salah satunya segala perbuatan keji. Apa itu perbuatan keji? Itu adalah bentuk ketidakmampuanmu dalam menahaan godaan atau emosi. Kau punya keinginan, dan kamu lakukan. Kamu punya keinginan melihat sesuatu yang haram, namun tidak kamu tahan. Kamu ingin pergi ke suatu tempat yang haram, tapi tidak kamu tahan. Kamu ingin bersama seseorang yang bukan muhrimmu, dan kamu melakukannya, tidak menahannya, tidak peduli apakah itu pantas di hadapan Allah atau tidak. Kamu tidak bisa mengendalikan keinginan terlarangmu itu. Jika kamu tidak memiliki kendali terhadap perasaan itu, maka bila amarahmu timbul, kamu juga tidak akan bisa mengendalikannya. Maka orang yang sering melakukan perbuatan keji, mereka mudah kehilangan kendali akan amarahnya. Tapi bila ia bisa kendalikan perbuatan keji itu, maka menahan amarahmu itu menjadi jauh lebih mudah, jauh lebih mudah.

dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.

Allah tidak mengatakan apabila mereka marah, maka langsung menjadi tenang. Karena memang sangat sulit. Tapi Allah mengatakan apabila mereka marah mereka memberi maaf. Bayangkan ada seseorang yang membuatmu sangat kesal, sangat marah. Dan Allah berkata, orang ini yang sangat percaya pada Allah dan menginginkan kehidupan nanti disbanding dunia ini, ketika dia amat sangat marah, maka saat itulah mereka memberi maaf. Subhanallah..

Kita bahkan amat sulit memaafkan saat kita sudah tenang. Dan Allah berkata, jika kamu sungguh ingin menjadi orang yang lebih menginginkan kehidupan selanjutnya, belajarlah memaafkan saat kamu sedang marah. Ini merupakan standard yang luar biasa. Ini memang bukan sebuah keharusan bagi setiap manusia, unu hanya untuk orang-orang tinggi. Semoga Allah menjadikan kita bagian dari mereka. Karena di ayat selanjutnya ayat 40, Allah mengatakan,

 

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS. Asy-Syura [42]:40)

Ya, kamu boleh saja marah, kamu boleh membalas. Balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Ada yang menamparmu, kamu boleh menampar balik. Ini diperbolehkan dalam Islam, membalas itu diperbolehkan untuk mencari keadilan. Bukan dilakukan sendiri tapi melalui system pengadilan. Tapi selanjutnya Allah mengatakan, maka barang siapa memaafkan. Disini dikatakan jika kamu memaafkan dengan cinta, di ayat selanjutnya mengatakan, bukan hanya menenangkan amarahmu, tapi jgua memaafkan, apa balasannya? Mengapa saya harus memaafkan bila saya boleh membalasnya? Allah berkata,

maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.

Masih ingat bahwa yang ada disisi Allah itu jauh lebih baik? Dan lebih kekal? Kali ini dikatakan bahwa apabila kamu mampu memaafkan meskipun kamu sedang marah, balasannya sungguh luar biasa sehingga tidak bisa digambarkan yang bisa dikatakan adalah itu tanggungan Allah. Dengan kata lain, Allah akan mengurusmu. Sangat tidak bisa digambarkan dengan kata-kata, yang kita tahu hanya jika kita melakukannya, maka Allah akan mengurus perbuatan kita tersebut. Allah tidak tidur.

Semoga Allah memudahkan bagi kita untuk mengendalikan amarah kita, dan membuat kita tenang, dan memberi kita kemampuan untuk memaafkan, khususnya pada anggota keluarga kita. Karena kita sangat mudah marah pada keluarga kita. Wallahu’alam. Saya mohon maaf bila ada kesalahan karena keterbatasan pengetahuan saya.

Referensi Video by Ustadz Nouman Ali Khan

 

Artikel : MenurutIslam.com

Referensi :

http://tafsirq.com/42-asy-syura/ayat-40

http://tafsirq.com/42-asy-syura/ayat-37

http://tafsirq.com/42-asy-syura/ayat-36

 

 

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *