Rezeki Itu Tergantung Dari Taqwa Atau Kerja Keras?

Persoalan :

Rezeki itu dari kerja keras kita atau ketaqwaan kita kepada Allah subhanallahu wataa’ala?

Jawaban :

Masalah nafkah bukan soal banting – membanting tulang. Masalah nafkah ataupun rezeki itu dari taqwa. Allah Ta’ala berfirman dalam surat Ath-Thalaq ayat 2 – 3,

{ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا } { وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ }

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Talaq[65]: 2-3)

 

Ayat diatas menjelaskan bahwa orang yang benar benar bertaqwa, menyerahkan diri kepada Allah subhanallahu wa ta’ala maka Allah menjamin rezeki orang tersebut tanpa orang tersebut duga atau sangka dan juga Allah ta’ala akan memberikan jalan keluar bagi setiap masalah. Hal tersebut menunjukkan bahwa Allah ta’ala akan memberikan hadiah berupa jalan keluar bagi kaum muslimin yang benar benar bertaqwa.

 

Dalam riwayat lain, dari Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian, seperti Allah memberikan rezeki kepada seekor burung. Ia pergi (dari sarangnya) di pagi hari dalam keadaan perut yang kosong (lapar), dan kembali (ke sarangnya) di sore hari dalam keadaan perut yang penuh (kenyang)”. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam Shahih-nya, dan Al-Hakim. Dan At-Tirmidzi berkata, “Hasan Shahih”.

Perhatikan hadist diatas, burung ia pergi pagi hari dalam keadaan perut lapar, dan kembali ke sarangnya di sore hari dalam keadaan perut kenyang. Perhatikan, Rasulullah mengatakan pada sore hari bukan tengah malam. Ada burung pulang jam 12 malam? Tidak ada. Burung pulang sore haridengan perut kenyang, dan juga membawa makan untuk anak-anaknya. Rezeki bukanlah masalaha kuantitas seberapa banyak kita bekerja, namun kualitas iman dan taqwa kita dan ikhtiar yang maksimal. Ikhtiar yang maksimal bukan berarti harus bekerja sampai jam larut malam, lalu liburan kita pakai untuk cari sampingan agar dapat tambahan sampai sampai kita lupa mengaji, lupa ibadah,ini tidak berkah.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 

“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka”  (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir).

 

Dalam hadist diatas juga menunjukkan bahwa istighfar juga akan memberikan rezekidari arah yang tidak disangka-sangka oleh umatnya. Jadi dengan istighfar dan ketaqwaan InsyaAllah Allah ta’ala akan mencukupkan rezeki makhluk-Nya di dunia ini. Jangan sibuk memperbanyak kerja, perbanyaklah ibadah dan dekatkan dirimu dengan sang Pencipta. Bukan berarti usaha tidak perlu, bukan begitu, usaha perlu, tapi secukupnya saja, jangan sampai melupakan Allah subhanallahu wata’ala. Semoga membantu dan mohon maaf bila ada kesalahan. Allahu’alam.
Referensi Video dari Ustadz Muhammadz Nuzul Dzikry

 

Artikel : Menurutislam.com

Referensi :

https://rumaysho.com/1010-orang-bertakwa-tidak-pernah-merasa-miskin.html

http://pengusahamuslim.com/3-sebabsebab-turunnya-rizki.html

https://muslim.or.id/7702-membuka-pintu-rizki-dengan-istighfar.html

https://www.islampos.com/burung-rezeki-dan-tawakal-pada-allah-102453/

 

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *