saya ingin berdakwah

Saya Ingin Berdakwah, Bolehkah?

Assalamu’allaikum warohmatullahi wabarokatuh…

Ustadz saya mau tnya bagaimana kalau kita pengin dakwah tapi keluarga sendri aja belum paham agamanya.dan saya sendripun masih dalam tahap hijrah…terima kasih

 

Jawaban :

Wa’alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh

 

 

Berdakwah & mengamalkan HISBAH ( menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran ) adalah kewajiban tiap muslim tanpa harus menunggu kaya akan ilmu & sempurna dalam amal.

 

Sedikit ilmu & amal yang dimilikinya tidak boleh menghalangi dalam menyerukan kebaikan pada orang lain & mencegah kemungkaran yang ia saksikan.

 

Allah Ta’ala berfirman :

 

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

 

“ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imron: 110).

 

Yakinlah bahwa amal anda dalam perkara ini tetap akan berbuah kebajikan_ Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

 

” Barangsiapa memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikuti ajakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun juga.”  (HR.Muslim no. 2674).

 

Catatan :

 

Kewajiban berdakwah itu sesuai kemampuan

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan :

 

 

“Setiap orang dari umat ini punya kewajiban untuk menyampaikan dakwah sesuai kemampuannya. Jika sudah ada yang berdakwah, maka gugurlah kewajiban yang lain. Jika tidak mampu berdakwah, maka tidak terkena kewajiban karena kewajiban dilihat dari kemampuan. Jika tidak ada yang berdakwah padahal ada yang mampu, maka ia terkena kewajiban untuk berdakwah” (Majmu’ Al Fatawa, 15: 166).

 

“Jika pelaku maksiat sudah semakin keras kepala dan tidak mau berubah menjadi baik, bahkan jadi menyakiti orang yang melarang dari kemungkaran, maka gugurlah kewajiban mengingkari kemungkaran dengan lisan dalam kondisi seperti ini. Namun tetap punya kewajiban mengingkari kemungkaran dengan hati.” (Majmu’ Al Fatawa, 2: 110).

 

Wallahu a’lam.

 

Dijawab oleh : Ustadz Oemar Mita Lc.

Referensi :

Group WhatsApp Syameela

http://tafsirq.com/3-ali-imran/ayat-110

 

====================

☝SYAMEELA : Deliver The Truth Of Islam

Ajak Keluarga & Sahabat Bergabung :

?Telegram Channel : @Oemita_Syameela ▶ KLIK : https://goo.gl/tnoGcI

? Grup WA :

?08111000196 (ikhwan)

?0811188734   (akhwat)

?Website :

www.syameela.com

====================

 

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *